Demikian pendapat pengamat politik LIPI Siti Zuhro dalam lounching buku Biografi Politik "The Next Cabinet SBY-Boediono" di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/9/2009).
Zuhro juga mengatakan bahwa perampingan struktur kabinet juga akan berdampak pada pengelolaan anggaran bagi publik. Selama ini, lanjut Zuhro, anggaran yang dikelola oleh publik sangat minim karena banyak yang dikorupsi di pos kementerian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zuhro juga mengatakan, di era desentralisasi tidak diperlukan lagi struktur kabinet yang gemuk seperti selama ini. "Tetapi struktur yang mempunyai kaki-kaki yang kuat di daerah." imbuhnya.
Selain mengusulkan perampingan kabinet, Zuhro juga mengritik pembentukan pos kementrian 'kecil' yang menurutnya hanya sekedar mengakomodir jatah parpol. Kementerian seperti itu sebaiknya dihapus saja karena tidak begitu relevan dan cenderung menyulitkan koordinasi.
"Ini justru membuat kordinasi semakin sulit. Lebih baik disatukan saja dengan kementrian lain," sarannya.
Zuhro pun mengusulkan beberapa pos kementerian yang bisa digabung. Yakni kementerian perdagangan, perindustrian, dan pariwisata digabung menjadi satu kementrian. Pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, dan lingkungan hidup juga disatukan.
Berikutnya perhubungan digabung dengan komunikasi dan informatika. Departemen pendidikan nasional digabung dengan pemuda dan olahraga, termasuk di dalamnya adalah pemberdayaan perempuan. "Penggabungan ini membuat kinerja bisa lebih efektif," tutupnya.
(Rez/yid)











































