"Kita sudah menggelar kekuatan khususnya untuk mengawasi daerah perbatasan maupun pulau terluar," kata KSAL Laksamana Tedjo Edhy Purdiyatno kepada wartawan di sela-sela Sertijab Pangarmatim di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Senin (31/8/2009).
Sampai saat ini kata Tedjo belum ada laporan penjualan pulau. Beberapa waktu yang lalu, dirinya bertemu dengan mendagri. Menurut dia tidak pulau yang dijual tapi hanya dikerjasamakan untuk mendatangkan investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan untuk penjagaan Blok Ambalat, TNI AL menyiapkan 6 KRI dan kapal pantau bantuan dari Polri. "Yang perlu diingat. Kita selalu siap siapa yang menganggu pulau terluar maupun pulau terdalam," tandasnya.
(ze/rdf)











































