"Saya rasa kalau boleh sebut nama, Amin Sunaryadi paling cocok," ujar peneliti ICW Adnan Topan Husodo di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2009).
Hal tersebut dikatakan Adnan usai bertemu penasihat KPK Abdullah Hehamahua terkait rencana pergantian pimpinan KPK Antasari Azhar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adnan menilai Amin gagal menjadi ketua KPK dalam pemilihan lalu hanya karena alasan politis.
"Amin dulu gagal total karena faktor politisasi, padahal nilai-nilainya sebelum proses seleksi dianggap bagus," ungkapnya.
Selain Amin, Adnan mengusulkan nama Surachmin, salah satu orang BPK yang juga dinilai memiliki integritas cukup baik dalam pemberantasan korupsi.
"Karena syarat untuk menjadi pimpinan KPK adalah memiliki integritas tinggi dan tidak memiliki rekam jejak yang buruk," ungkapnya.
Ketika ditanya siapakah calon yang ideal dari 4 wakil ketua KPK saat ini untuk menggantikan Antasari, Adnan secara pribadi mengusulkan M Jasin. Menurutnya Jasinย memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan mampu mengambil keputusan tepat.
"Tapi itu semua nanti ditentukan oleh DPR," pungkasnya.
(rdf/nrl)











































