"Teror itu bisa dilakukan karena beberapa situasi. Bisa saja masalah keterbelakangan, kebodohan, depresi yang memungkinkan seseorang memiliki keyakinan seperti itu (terorisme)," kata Menko Polhukam Widodo AS dalam rapat kerja bersama Komisi I terkait terorisme di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2009).
Menurut Widodo, akar permasalahan terorisme yakni ekstremitas dan radikalisme. Mengenai pengawasan dakwah, lanjut Widodo, merupakan kewenangan Depag. Dakwah memang sebagian syiar agama yang seharusnya dilaksanakan.
"Kalau ada orang yang berhasil didoktrin jadi pelaku (bom bunuh diri), itu bukan dakwah. Itu terkait brain wash," tegasnya.
Widodo mengatakan, bukan dakwah yang harus diawasi. Justru pencucian otak itulah yang sepantasnya diawasi dan dicegah.
"Saya kira itu bukan konteks brain wash. Kita harus cegah jangan sampai brain wash terhadap unsur-unsur ini dilakukan," pungkasnya.
(gus/nrl)











































