Demikian kata Presiden SBY dalam peresmian diorama sejarah bangsa di gedung Arsip Nasional RI, Jl Ampera, Jakarta. Kunjungan siang ini, Senin (31/8/2009), adalah kali pertama ada Presiden RI bertandang ke ANRI.
"Kita pernah mendengar polemik dari apa yang terjadi di negara ini. Bila kita sungguh pandai menyimpan dokumen strategis itu tak perlu kita berpolemik, soal naskah Supersemar misalnya," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini sudah ada ANRI yang bertugas untuk mendokumentasikan arsip-arsip penting dan strategis sejarah bangsa. Lembaga negara tersebut memiliki perangkat teknologi yang tepat untuk menyimpan dan merawat naskah itu.
"Bagi yang masih menyimpan secara pribadi arsip penting sejarah negeri ini saya berharap dapat diserahkan pada negara. Tentu untuk kopi-nya bisa dimiliki, tapi tolong sesuai UU agar yang asli diserahkan ke negara," sambung SBY.
Usai menyampaikan sambutannya, Presiden SBY dan rombongan meninjau diorama sejarah perjalanan bangsa. Di sana juga ditampilkan fragmen dari penyerahan surat perintah sebelas maret.
Uniknya ada dua versi salinan arsip supersemar yang ditampilkan. Itu pun hanya satu lembar dari dua lembar yang seharusnya berdasar keterangan pihak pelaku sejarah bersangkutan.
"Ini bukan asli, tapi dari Puspen AD dan Pak M Jusuf (Mantan Panglima TNI)," jelas Kepala ANRI Djoko Utomo yang memandu Presiden SBY dan rombongan. (lh/irw)










































