"Saya tidak bermaksud meneror, saya hanya ingin mengadu," kata Arif saat ditemui di rumahnya, di Kampung Lebak Purut, Desa Kupahandak, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Senin (31/8/2009).
Arif mengaku beberapa kali mengirim SMS ke SBY. Terakhir hal tersebut dilakukannya pada Rabu 26 Agustus lalu. SMS terakhir yang dikirimnya itu berbunyi 'terompet sumber malapetaka masyarakat labuan telah kau bunyikan. Mulai saat ini kaulah target utama saya'.
"Yang saya maksud dengan target bukannya mau berbuat apa-apa. Tapi beliau adalah target pengaduan saya," terang Arif.
SMS tersebut dikirim Arif bertepatan dengan beroperasinya PLTU Labuan. Dan saat itu pula Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang melintas di atas rumahnya dialiri listrik. Arif kecewa dengan kondisi itu.
Mohon Maaf
Dalam kesempatan itu, Arif juga mengaku menyesali perbuatannya. Arif meminta maaf kepada SBY dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Saya menyesali perbuatan yang telah saya lakukan terhadap Presiden SBY dan Ibu. Saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya," ungkap Arif.
Saat ditemui, wajah Arif terlihat sangat lelah. Pemeriksaan selama 2 hari oleh aparat kepolisian agaknya telah menyita banyak tenaga pria tersebut.
(djo/nrl)











































