"Hingga sampai sekarang ini, Afsel cuma melalui 5 tahap. Saharusnya kita mencontek mereka. Kini, pengembangan pemerintahan mereka lebih bagus dari Indonesia dan berakibat pada tata kota yang tertata," kata Ketua Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan Pasca Sarjana UI, Rudy Tambunan.
Hal ini disampaikan dia dalam dialog publik Jakarta, (selalu) Berpotensi Banjir di Gedung Mayapada, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin, (31/8/2009).
Lima tahapan Afsel yaitu tahap penyadaran dari politik aparteid. Selanjutnya yaitu pembelajaran bagi seluruh elemen masyarakat seperti polisi, pedagang, petani, pelaut dan sebagainya. Tahapan ke tiga yaitu pemberdayaan masyarakat.
"Yang keempat adalah pembangunan komunitas dan yang terakhir manajemen masyarakat. Bahkan mereka menentukan anggaran sendiri karena mereka sadar, 70 % bersumber dari masyarakat," ujarnya.
Efek dari ketertiban pengembangan politik Afsel berakibat keteraturan tata kota. Masalah lingkungan, transportasi dan perumahan kini telah teratasi. Sedangkan di Jakarta, masalah-masalah tersebut terus berlanjut.
"Harusnya pascareformasi ini bisa dilakukan menyeluruh di Indonesia. Tapi sekarang, pemerintah Jakarta saja tak tak bisa mengurus buang hajat penduduknya. Jakarta masih mengandalkan septic tank. Ini menjadi masalah serius," kata dia.
(asp/aan)











































