"Menurut laporan dari Filipina, kapal diminta oleh pemasok untuk merapat di salah satu tempat yang tidak dijadwalkan," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudharsono, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/8/2009).
Salah satu tempat persinggahan tidak terjadwal dari kapal bersangkutan adalah Bataan, Filipina Selatan, tidak langsung ke Manila. Kuat dugaan di pulau itulah terjadi kegiatan pemindahan senjata api jenis SS-1 buatan Pindad yang hendak dikirim ke Mali, Afrika, ke kapal yang mengirim pistol ke Filipina.
"Entah mengapa kapten kapal waktu itu mau berlabuh. Sekarang diselidiki apakah kapal itu menuju Filipina dulu untuk memasok senjata genggam ke Filipina baru mengapalkan ke Mali," jelas Juwono.
Lebih lanjut, Juwono mengatakan, tidak ditemukan senjata api jenis Galil buatan Israel di kapal tersebut. Hanya senjata buatan Pindad yang sempat diduga sebagai buatan Israel yang ditemukan saat itu.
"Itu yang sekarang ditahan oleh polisi Filipina," imbuhnya.
(lh/aan)











































