Peristiwa yang menggegerkan warga setempat itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (31/8/2009). Sejumlah warga mengaku kaget karena suara ledakan yang sangat keras.
"Suaranya kencang sekali, saya kira bom. Pas saya tengok, ternyata ada tabung gas yang meledak. Terus ada dua orang yang pingsan," kata Tono, warga yang tinggal di depan distributor gas elpiji tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyebabkan korban luka, ledakan tabung elpiji di rumah milik Rohadi itu juga menyebabkan 4 rumah tetangganya rusak. Kaca-kaca jendela serta plafon rumah-rumah tersebut pecah
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, distributor elpiji tersebut sudah beroperasi lebih dari 5 tahun. Beberapa waktu yang lalu pernah digerebek polisi karena dicurigai melakukan penyuntikan tabung gas.
"Tapi tak lama kemudian sudah beroperasi lagi," ujar warga tersebut.
Warga itu menambahkan, Rohadi maupun keluarganya yang lain, jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitarnya. Mereka juga melarang warga masuk ke dalam bangunan yang dijadikan gudang tabung elpiji.
Hingga pukul 11.30 WIB, sejumlah warga masih membersihkan pecahan kaca dan material bangunan lainnya di rumahnya. Beberapa orang polisi juga sudah datang ke lokasi kejadian. Namun saat wartawan mencoba masuk ke dalam rumah Rohadi, dilarang oleh seseorang dengan alasan yang tidak jelas.
(djo/nrl)











































