"Ancaman ini kita serahkan kepada pihak yang berwenang. Silakan diteliti, siapa pelakunya, apa maksudnya, mengapa dia melakukannya dan sebagainya," ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng kepada detikcom, Minggu (30/8/2009) malam.
Sebelumnya, istri Arif Rohmana si pelaku pengirim SMS, Nur Aini, warga Kampung Lebak Purut, Desa Kupahandak, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten mengaku suaminya cuma mengirim SMS keluhan kepada Ibu Ani Yudhoyono soal pembangunan Sutet yang melintasi rumahnya. Namun menurut Andi, isi SMS yang sering dikirimkan itu tak cuma soal keluhan Sutet, namun juga ancaman terhadap SBY dan keluarga.
"Tidak ada toleransi kalau dalam SMS itu ada ancaman kepada presiden, menjadi presiden sebagai target, mengait-ngaitkan dengan terorisme," imbuh alumni Fisipol UGM ini.
"Tentu saja ini tugas yang berwenang untuk menyelidikinya," pungkas Andi.
(anw/mei)











































