"Bukan soal Sutetnya, kalau cuma soal Sutet, tiap hari ratusan SMS datang ke presiden, isinya macam-macam," ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng kepada detikcom, Minggu (30/8/2009) malam.
"Orang ini sudah beberapa kali kali mengirim ke presiden, Ibu Ani. Nadanya tidak pantas," ungkap Andi.
Andi menjelaskan, isi SMS tersebut lebih berisikan teror ketimbang masukan atau pun saran seperti layaknya para pengirim lain yang tiap harinya mencapai ratusan SMS.
"Sekarang ini, engkaulah target utama. Hati-hati, pada tanggal sekian akan terjadi sesuatu kepada presiden," Andi mencontohkan salah satu isi SMS.
"Ini bukan cuma sekali. Tapi sudah berkali-kali," papar Andi.
Arif Rohmana (39), warga Kampung Lebak Purut, Desa Kupahandak, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten ditangkap polisi pada 29 Agustus kemarin. Sang istri mengaku Arif ditangkap lantaran mengeluh kepada Ibu Ani Yudhoyono soal pembangunan Sutet yang melintasi rumahnya di Labuan, Pandeglang, Banten.
Kapolda Banten Brigjen Pol Rumiah mengaku tengah memeriksa Arif Rohmana terkait kasus pengiriman SMS ke Ibu Ani Yudhoyono. Status Arif saat ini masih sebagai saksi. (anw/mei)











































