"Baru saja diperoleh informasi dari KBRI Manila bahwa mereka akan bertemu pejabat pemerintah Filipina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah saat dihubungi melalui telepon, Minggu (30/8/2009).
Pertemuan pun akan digelar secepatnya. "Rencananya minggu ini, khusus membahas masalah temuan senjata itu," jelas Faizasyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jubir PT Pindad Timbul Sitompul menyatakan, senjata yang ditemukan di Filipina merupakan pesanan dari Mali dan pemerintah Filipina. Senjata-senjata itu berdokumen resmi. Sementara pihak Bea dan Cukai Indonesia mengaku hanya pengiriman senjata ke Mali saja yang memiliki dokumen.
(ndr/anw)











































