Presiden Ahmadinejad saat menyampaikan pengajuan anggota pemerintahan barunya di hadapan parlemen mengatakan, hal ini merupakan "langkah penting ke depan" selama periode 4 tahun pemerintahannya yang kedua.
"Dalam pemerintahan yang baru kami siap untuk mengabdi kepada rakyat. Saya yakin parlemen akan mendukung kita," ujar Presiden Ahmadinejad, seperti dilansir Reuters, Minggu (30/8/2009).
Ahmadinejad dalam pidatonya juga menegaskan, dalam kebijakan luar negeri Iran harus memiliki interaksi konstruktif dengan semua bangsa dan negara di dunia. Namun, dengan pengecualian bagi kaum Zionis dan pengikutnya, yakni Israel, yang merupakan musuh bebuyutan Iran.
Terdapat nama 3 perempuan dalam daftar calon anggota kabinet yang diajukan Ahmadinejad, ketiganya diprediksi ditempatkan sebagai Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Kesejahteraan Sosial. Jika disetujui, mereka menjadi menteri perempuan pertama yang duduk dalam kabinet negara Islam konservatif.
Sementara itu, beberapa anggota parlemen mengatakan akan ada beberapa nama calon yang ditolak karena dianggap kurang pengalaman. Namun, pengamat politik di Iran berharap tidak akan ada proses yang alot dan panjang yang akan berujung pada pertikaian. Beberapa pihak berharap parlemen dapat menyetujui nama-nama yang disodorkan Ahmadinejad.
(nvc/nrl)











































