Gedung Putih Tuduh Pakistan Modifikasi Misil AS Secara Ilegal

Gedung Putih Tuduh Pakistan Modifikasi Misil AS Secara Ilegal

- detikNews
Minggu, 30 Agu 2009 13:28 WIB
Gedung Putih Tuduh Pakistan Modifikasi Misil AS Secara Ilegal
New York - Pemerintahan Obama menuduh Pakistan memodifikasi misil Harpoon buatan Amerika Serikat (AS) secara ilegal. Diduga misil yang dimodifikasi tersebut dikembangkan kemampuannya untuk mengenai target baru, yaitu India.

Seorang staf senior Kongres mengatakan, tuduhan tersebut muncul Juni lalu, disampaikan melalui protes diplomatik, yang tidak dipublikasikan, kepada Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani dan pejabat tinggi Pakistan lainnya. AS khawatir misil tersebut akan digunakan Pakistan untuk mengancam India, yang justru akan semakin memanaskan ketegangan keduanya dalam perlombaan senjata.

"Fokus kami adalah modifikasi tanpa izin yang dilakukan Pakistan. Dari yang tadinya senjata maritim anti-kapal yang bersifat defensif menjadi senjata misil serangan-darat yang bersifat ofensif," jelas staf tersebut kepada New York Times, seperti dilansir Reuters, Minggu (30/8/2009).

Tuduhan itu juga memunculkan babak baru ketegangan antara AS-Pakistan, terlebih dengan adanya isu bahwa perkembangan senjata di Pakistan meningkat dengan pesat. Namun, seorang pejabat senior Pakistan mengatakan tuduhan tersebut tidak tepat, dikatakan dia, misil tersebut hanya dikembangkan, bukan dimodifikasi.

Menurut seorang staf AS, misil Harpoon yang dimodifikasi tersebut dijual ke Pakistan pada pemerintahan Reagan yang lalu. Tuduhan dari pemerintahan Obama muncul saat diketahui Kongres telah menyetujui pemberian bantuan ke Pakistan sebesar Rp 75 triliun selama 5 tahun ke depan.

Intelijen AS juga sempat mendeteksi adanya uji misil mencurigakan pada 23 April lalu, yang anehnya tidak pernah diumumkan oleh Pakistan. Militer dan intelijen AS menduga Pakistan telah memodifikasi misil Harpoon yang dijual ke Pakistan tahun 1980-an.

Jika benar, hal itu melanggar Undang-undang Ekspor Pengendalian Senjata. Namun, Pakistan tetap membantahnya dan mengatakan mereka hanya mengembangkan misil tersebut.
(nvc/nrl)


Berita Terkait