Banyak tamu asing yang diundang untuk menghadiri peringatan resmi 10 tahun lepasnya negeri mungil itu dari Indonesia, misalnya saja Gubernur Jenderal Australia Quentin Bryce. Mayjen Purn Peter Cosgrove juga akan mendapatkan medali penghargaan.
Cosgrove memimpin pasukan Australia yang tergabung dalam pasukan perdamaian multinasional di Timor Leste setelah pelaksanaan referendum pada 30 Agustus 1999. Demikian dirilis ABC News, Minggu (30/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Timor Leste berusaha menjalin hubungan baik dengan Indonesia dengan menolak peradilan internasional mengadili jenderal-jenderal Indonesia maupun pemimpin milisi yang diindikasikan PBB terlibat dalam kejahatan kemanusiaan.
Presiden Ramos Horta menyatakan bahwa negerinya bukanlah tempat percobaan untuk mahkamah internasional.
Indonesia menyambut baik hal itu. "Kami makin dewasa dalam membina hubungan. Kami meninggalkan masa lalu, apa yang telah terjadi, dalam sejarah," kata jubir Deplu RI Teuku Faizasyah.
(nrl/sho)











































