"Jembatan Suramadu itu supaya dibongkar lagi. Besi-besinya dikasihkan ke orang Madura. Itu membunuh kebaharian Indonesia," kata Sujiwo Tejo.
Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk 'Menjaga Bumi dan Budaya Indonesia' di Warung Daun, Jl Pakubuwono 10, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2009).
Menurut pemilik nama lengkap Agus Hadi Sudjiwo itu, Indonesia harus kembali kepada kejayaan masa lalu sebagai negara kelautan. Masa depan negeri ini, masih menurut dia, terletak di masa lalu yang menjunjung tinggi kebudayaan air.
"Ini sekarang Selat Sunda mau dibikin jembatan lagi. Ini sudah kacau balau pemikiran kita. Laut dipandang sebagai pemisah. Negara kelautan itu memandang laut sebagai penghubung," cetus lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Yang harus dibangun pemerintah, lanjut dia, bukan jembatan seperti itu. Melainkan armada-armada kapal sehingga wilayah perairan Indonesia menjadi ramai dan hidup kembali.
Pada kesempatan yang sama, politisi Partai Bulan Bintang Yusron Ihza Mahendra mengatakan, sudah lama hidup bangsa Indonesia jauh dari laut. Dia memperkirakan,
sejak Malaka jatuh ke tangan Portugis, orientasi hidup masyarakat Indonesia sudah beralih ke darat.
"Saya baru di Jakarta ini mendengar lagu nenek moyangku seorang pelaut. Di tempat saya sudah diubah, nenek moyangku seorang petani. Jadi sudah berubah sama sekali," kata Yusron.
(irw/gah)











































