"Klaim Malaysia itu tidak benar. Kain songket milik Asia Tenggara," kata Yudhy Syarofie penulis buku 'Songket Palembang; Nilai Filosofis, Jejak Sejarah, dan Tradisi', yang dihubungi detikcom, Sabtu (29/08/2009) pagi.
Namun, bila bicara motif kain songket, maka hal itu berbeda. "Tapi kalau motif kain Songket itu lain lagi persoalannya. Kalau Malaysia itu mempatenkan motif kain Songket Palembang, kita dapat mempersoalkannya. Kita gugat," kata Yudhy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malaysia Beli Mesin Kain Songket Palembang
Sebelum ada klaim bahwa kain Songket berasal dari Malaysia, sejumlah orang dari Malaysia pernah datang ke Palembang, tepatnya ke kampung Suro, 30 Ilir, sentra kain Songket di Palembang, sekitar tahun 1980-an awal. Saat itu mereka membeli peralatan pembuatan kain Songket Palembang, seperti gedokan, dayan, sama pirantinya.
"Harganya saat itu hanya Rp1,5 juta. Mereka beli 5 unit pembuat kain Songket Palembang," kata Yudhi. Nah, sejak tahun 1980-an pula, kain Songket Palembang mulai dipasarkan ke Malaysia.
Menurut Yudhy, Malaysia memang punya kain Songket, tapi motifnya beda dengan Palembang. Tahun 1950-an, sentra kain Songket-nya di Trengganu. "Kalau tidak salah mereka hanya punya 60 motif," ujar Yudhy.
(tw/asy)











































