Pada Sabtu (29/8/2009) pagi misalnya, lebih dari seratus orang sudah antre lesehan demi untuk mendapatkan tiket balik. Jangan tanya tiket mudik, sebab, sebelum puasa tiba, tiket mudik ke semua tujuan kereta telah habis.
Pantauan detikcom, ratusan orang telah antre sejak pukul 05.00 WIB. Bahkan beberapa di antara mereka, ada yang menginap di Gambir. Hingga pukul 06:30 WIB, masih banyak orang yang masih terlelap di tengah dinginnya lantai.
"Saya mau beli tiket balik ke Jakarta untuk tanggal 28 September," ujar Yadi, pria asal Surabaya yang sudah lama tinggal di Jakarta ini.
Dengan sesekali menepuk lengannya yang kerap digigit nyamuk Jakarta yang ganas, Yadi tetap setia antre sampai tiket yang dia harapkan dapat terbeli.
Sapto, warga asli Purwokerto yang terpaksa untuk kedua kalinya ke Gambir untuk beli tiket balik lantaran kemarin kehabisan tiket. Pria yang berprofesi sebagai pengajar ini sengaja datang pagi-pagi agar tidak kehabisan tiket lagi.
"Maunya balik ke Jakarta tanggal 27, tapi kemarin kehabisan, jama 8 baru nyampai di Gambir," kata Sapto yang berencana membeli dua tiket Kereta Api Purwajaya tujuan Purwokerto-Jakarta ini.
Sapto optimistis, hari ini kereta yang dia inginkan akan didapat."Jam 5 udah tiba, masa nggak dapat tiket," ujarnya optimistis.
Namun suasana Stasiun Gambir pagi ini tak seramai menjelang puasa lalu, di mana ribuan orang telah antre sejak subuh. Kali ini, cuma ratusan. Meski demikian, tidak jaminan mereka semua dapat tiket. Lantaran PT KA juga menjual tiket kepada para agen, serta tentunya dijual secara online, sehingga menyebabkan pembeli terpaksa kehabisan tiket meski loket baru dibuka lima menit.
(anw/mad)











































