"Sejak dulu rencananya seperti itu (digabung). Saya minta waktu itu agar satu kompleks dengan presiden," kata JK di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (28/8/2009).
Tempat yang akan digunakan sebagai kantor wapres di kompleks kantor presiden terlalu dekat dengan jalan sehingga rawan terkena jika ada bom. Karena itu, kata JK, Paspampres meminta agar benteng kompleks tersebut dibeton terlebih dahulu. Sedangkan gedung yang akan digunakan sebagai kantor wapres juga harus dibeton. "(Pembetonan) itu setahun dikerjakan," kata JK.
Setelah pembetonan selesai, ternyata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkantor di kompleks tersebut. "KPK waktu itu suka didemo. Sedangkan kantor wapres satu pintu dengan KPK. Jadi tunggu lagi KPK keluar," kata JK.
"Sebelum KPK keluar, Setneg minta agar Wantimpres dipindahkan ke situ. Akhirnya saya tidak bisa pindah," lanjut JK.
(sho/iy)










































