"Memang sudah ada penegasan ini honest mistake. Sekarang yang perlu
cooling down . Sepanjang Malaysia telah menegaskan mereka tak pernah
mengklaim tari Pendet sebagai budayanya. Lagi pula ini Ramadan, kita
move on dengan mengambil pelajaran apa yang terjadi kemarin," kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal.
Hal itu disampaikan dia usai salat Jumat di Istana Merdeka, Jakarta (28/8/2009).
Di dalam permintaan maaf yang disampaikan melalui Depbudpar RI,
Departemen Perpelancongan Malaysia menyatakan tidak mengetahui proses
pembuatan iklan yang mencatut tari pendet. Maka kesalahan murni ada di
pihak swasta yang memproduksi iklan kontroversial tersebut.
"Seperti yang disampaikan Presiden dalam memproduksi iklan ini perlu
diperhatikan sensitivitas masyarakat Indonesia terutama terhadap
budaya Indonesia dalam hal ini tari Pendet," ujar Dino.
(lh/aan)










































