"Ya, kan semua harus ada pembuktian. Kalau cuma tuduhan tidak bisa lantas diangap dia anggota Al Qaeda. Kadang orang mengaitkan sesuatu harus dilihat lagi. Misalnya sebuah situs yang merilis Al Qaeda apakah bisa disebut Al Qaeda?" kata Fachry saat dihubungi detikcom, Jumat (28/8/2009).
Dikatakan pria berjenggot ini, dirinya berkenalan dengan Jibril dalam sebuah pameran buku "Islamic Book Fair" tiga tahun yang lalu. Kemudian dia diajak untuk bergabung dengan Arrahmah.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya secara personal berhubungan bila di kantor. Saya masuk pukul 09.00 WIB sampai 16.30 WIB. Apa yang beliau lakukan selain itu kita tidak mengetahuinya," jelas pemimpin redaksi Arrahmah tersebut.
Menurut Fachry, sepanjang menyangkut urusan kantor, Jibril banyak bicara. Namun, di luar itu, Jibril tidak pernah bercerita apa pun kepadanya. Karena itu, Fachry mengaku tidak tahu pasti kabar yang menyebutkan Jibril pernah ikut jaringan Al Ghuraba di Pakistan. Al Ghuraba merupakan kelompok diskusi yang terhubung dengan Al Qaeda.
"Kalau tentang itu harus ditanyakan ke orangnya secara langsung. Kalau dia sekolah di sana kan pasti bisa dijelaskan," pungkasnya. (irw/nrl)











































