Kedubes Malaysia menyesalkan terjadinya kesalahpahaman dan penuduhan yang dilakukan media lokal Indonesia yang menganggap pemerintah Malaysia telah 'mencuri' tari Pendet yang merupakan kebudayaan asli Bali dan digunakan untuk video klip promosi turisnya.
"Kedubes Malaysia ingin menitikberatkan bahwa telah terjadi kesalahpahaman serius dan kesalahan persepsi akan produksi video klip (tari Pendet) dan tuduhan terhadap pemerintah Malaysia," demikian statemen Kedubes Malaysia seperti dilansir Bernama, Kamis (27/8/2009).
Video klip tari pendet komersil berdurasi 30 menit merupakan inisiatif Discovery Networks Asia-Pacific yang dibayar oleh Discovery Channel yang berkantor di Singapura. Pembuatan video klip ini ditekankan tidak melibatkan pihak-pihak di Malaysia. "Tidak seorang pun di Malaysia yang mengklaim tarian Pendet milik Malaysia," tandasnya.
Kedubes Malaysia juga menyatakan pihak yang telah membuat kesimpulan yang salah tersebut seharusnya membuat riset terlebih dahulu untuk memastikan permasalahannya sebelum membuat sebuah pernyataan.
Pada 26 Agustus lalu, Menteri Pariwisata Malaysia telah menerima surat permintaan maaf dari Discovery TV Network terkaitย
iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia' yang menampilkan tari pendet di dalamnya. Menteri Pariwisata Jero Wacik juga telah menerima permintaan maaf serupa dan Discovery telah menghapus iklan tersebut.
(amd/nrl)










































