"Saya akan mendesak agar Ketum DPP Partai Golkar dan juga panitia Munas untuk menunda pelaksanaan Munas. Seyogyanya Golkar menghargai dan menghormati peringatan 5 Oktober itu dengan tidak menyelenggarakan Munas pada tanggal tersebut. Usul saya kongkret dimundurkan satu hari menjadi 6-9 Oktober saja," ujar Yuddy dalam pesan singkat kepada detikcom, Jumat (28/8/2009).
Menurut Yuddy, tidak baik jika Golkar yang punya akar sejarah ABRI atau TNI itu tidak menghadiri peringatan. Belum lagi separuh dari pimpinan dan kader Golkar adalah pejabat di berbagai daerah yang seharusnya mengikuti upacara peringatan hari TNI.
βSecara historis salah satu pendiri Golkar adalah TNI. Diperkirakan ada 2,3 juta keluarga besar ABRI atau TNI, yang merupakan kekuatan potensial yang mempunyai hubungan historis dengan Partai Golkar,β jelas Yuddy.
Yuddy meminta Ketua DPD Golkar Jawa Barat agar bisa mempelopori pemunduran jadwal pelaksanaan Munas tersebut.
"Apalagi dia (Ketua DPD Jabar) adalah tokoh AMS. Jadi seharusnya bisa mempelopori hal itu,β tegasnya.Munas VIII Golkar dijadwalkan digelar 4-7 Oktober 2009. Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru dipilih sebagai tempat perebutan kursi panas Ketua Umum Golkar berikutnya. (van/lrn)











































