Kapolda Perintahkan Satpol Air Cek Pencarian Harta Karun

Sungai Musi

Kapolda Perintahkan Satpol Air Cek Pencarian Harta Karun

- detikNews
Kamis, 27 Agu 2009 22:31 WIB
Palembang - Kapolda Sumatra Selatan memerintahkan Satuan Polisi Air Kepolisian Daerah Sumsel untuk mengecek adanya pencarian harta karun di sungai Musi. Selanjutnya memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi perburuan harta karun.

"Benar atau tidaknya adanya harta karun di sungai Musi, yang jelas tetap kita adakan penyelidikan di lokasi," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Abdul Gofur, Kamis (27/08/2009), di ruang kerjanya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama tiga bulan ini, puluhan perahu ketek besar dan kecil menyusuri tepian sungai Musi dari jembatan Ampera hingga ke Kampung Suro, 30 Ilir.

Di atas perahu ketek itu, lima hingga tujuh lelaki sibuk membersihkan lumpur yang diambil dari dasar sungai. Apa yang mereka lakukan?

"Kami nih mencari apo bae, yang dapat dijual. Ya, kalau beruntung kami mendapatkan barang berharga seperti emas atau lainnya," kata Ibrahim (38), pemburu harta karun yang pulang ke Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Mutiara, 30 Ilir, Palembang, Jumat (21/08/2009).

Menurut Ibrahim selama tiga bulan ini, dia bersama lima kawannya selain mendapatkan emas seperti kalung, giwang, gelang, juga mendapatkan besi tua, timah.

"Satu hari ini, ya, kami minimal mendapatkan 2 gram emas," katanya.

Menurut Ibrahim, para penambang atau pemburu harta karun ini, berasal dari kampung Tanggabuntung, 5 Ulu, Kertapati, Suro, dan mereka yang menetap di sepanjang tepian sungai Musi itu.

"Sebelumnya, kami ini banyak yang berprofesi sebagai tukang becak," katanya.

Pendapatan para pemburu harta karun relatif besar. Kalau nasib bagus, mereka mendapatkan penghasilan Rp500-600 ribu. Uang ini dibagi rata. Dan para pembeli emas atau barang berharga lainnya adalah para pemilik toko emas di Pasar 16 Ilir.

"Mereka langsung membelinya ke sini," kata Ibrahim.

Saat ini ada sekitar 30 perahu yang beroperasi memburu harta karun. Mereka yang bekerja sejak pagi hingga petang hari.

"Tapi kalau air pasang tidak begitu besar, kami bekerja hingga malam," katanya

(tw/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads