"Memang ada pertemuan tertutup antara ustad Hilmi dan SBY, ada kesepakatan-kesepakatan politik. Tetapi pembicaraan yang resmi, yang final antara SBY dan partai politik sampai hari ini belum," ujar Mahfudz saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2009).
Menurut Mahfudz, PKS dalam posisi tenang. Hal ini disebabkan sudah ada jadwal tersendiri membicarakan masalah koalisi. "Pembicaraan komposisi dan desain kabinet, power sharing dengan partai koalisi baru akan dilakukan setelah 1 Oktober," ungkap Mahfudz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini satu sikap politik yang baik dalam mengawali koalisi. Tinggal bagaiman ini dijaga," imbuh Mahfudz.
SBY Harus Ajak Bicara PKS
Dalam kesempatan ini Mahfudz mengingatkan SBY akan pentingnya menjaga komunikasi dengan parpol koalisi. SBY seharusnya mengajak mitra koalisinya termasuk PKS jika memang akan mengajak parpol non koalisi masuk di kabinet.
"Semestinya unsur-unsur koalisi diajak bicara, jangan nanti ada perluasan koalisi tapi mitra koalisi tidak tahu dan hanya menerima keputusan yang given saja," kata Mahfudz saat ditanya mengenai kemungkinan perluasan koalisi.
Mahfudz yakin SBY akan menepati janji yang sudah disepakatinya dengan Hilmi Aminudin. "Kalau dinodai bisa jadi musibah," ancamnya.
(van/yid)











































