Wanita Rusia Harus Belajar dari Wanita Indonesia

Wanita Rusia Harus Belajar dari Wanita Indonesia

- detikNews
Kamis, 27 Agu 2009 17:43 WIB
Wanita Rusia Harus Belajar dari Wanita Indonesia
Moskow - Wanita Rusia masih harus belajar dari wanita Indonesia agar lebih berperan di kemudian hari, pimpinan Moscow Bureau for Human Rights (MBHR) Alexander Brod dan Natalia Ricova mengatakan.

Hal itu disampaikan mereka dalam diskusi dengan Menteri Pemberdayaan wanita Meutia Hatta dalam kunjungan satu setengah hari di Moskow (26/8/2009).

Brod dan Ricova menyampaikan kekaguman atas perkembangan positif yang dicapai oleh Indonesia dalam bidang peranan wanita, yang untuk hal-hal tertentu jauh lebih maju dibandingkan Rusia.

Indonesia antara lain sudah memiliki presiden wanita, dalam pencalonan anggota parlemen setiap partai harus mengusulkan 30% calonnya dari wanita dan hingga saat ini sudah terdapat lebih 10 persen wanita. Selain itu beberapa menteri kabinet juga dari kaum hawa.

Dikatakan bahwa dalam konstitusi Rusia memang tercantum soal kesetaraan gender, namun implementasinya masih butuh dukungan semua pihak, demikian seperti disampikan Counsellor Pensosbud KBRI Moskow M. Aji Surya kepada detikcom Rabu malam atau Kamis (27/8/2009) WIB.

Menteri Meutia Hatta pada gilirannya menjelaskan bahwa Indonesia yang multietnis dan sekaligus relijius terus memberikan peranan lebih besar kepada wanita untuk mengembangkan dirinya.

"Tidak banyak lagi halangan baik secara kultural, agama maupun kebijakan yang menekan wanita untuk berkiprah sebagaimana pria. Antara pria dan wanita memiliki kelebihan masing-masing sehingga harus saling bekerjasama, bukan mendominasi," ujar Meutia.

Menurut Meutia, saat ini yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia adalah menciptakan berbagai peluang agar kesempatan yang sudah terbuka bagi wanita tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Caranya antara lain adalah dengan mengalokasikan anggaran khusus bagi pemberdayaan wanita, memberikan pendidikan cukup serta memperhatikan kesehatannya. "Mulai 2010 mendatang berbagai departemen sudah mulai bertindak dengan kebijakan persamaan gender," demikian Meutia.

Sehari sebelumnya, Meutia mengadakan diskusi dengan beberapa akademisi Universitas Negeri St. Petersburg. Puteri Wapres RI pertama itu memberikan beberapa buku mengenai wanita Indonesia untuk dijadikan referensi pada pusat studi di universitas tersebut.

(es/es)


Berita Terkait