Pencarian dilakukan oleh Tim Basarnas dibantu TNI AL dilakukan sejak pagi hari, Kamis(27/8/2009). Usaha pencarian dilakukan dengan mengerahkan enam kapal, satu di antaranya kapal milik TNI AL dari Pos TNI AL di Pelabuhan Benoa. Penyisiran dilakukan hingga di kawasan perairan Kabupaten Karangasem.
"Cuaca sangat cerah, kondisi laut yang normal. Pencarian belum berhasil karena kemungkinan korban masih berada di bawah permukaan air. Biasanya, mereka akan mengambang ke permukaan dalam waktu 1-2 hari mendatang," kata Ketua Tim Basarnas Bali Ketut Parwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua warga Nusa Penida yang dinyatakan menghilang adalah Wayan Satu dan Wayan Payur, seorang juragan sapi di sebuah desa di Nusa Penida. "Keluarga mereka sangat khawatir," ujar Parwa.
Jumlah korban yang meninggal sebanyak sembilan orang, 16 penumpang berhasil selamat serta dua orang belum ditemukan. Kapal naas ini juga memuat bahan bangunan berupa kayu, semen dan pasir. Korban meninggal yang sempat disemayamkan di RSUD Klungkung telah diambil keluarganya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Polisi Gde Sugianyar mengatakan nahkoda kapal Kadek Geriya dijerat pasal 302 ayat 3 UU No 17 Tahun 2008 dengan ancaman penjara 10 tahun dengan tuduhan melayarkan kapal yang tidak laik laut hingga menyebabkan kematian.
(gds/djo)











































