Adalah Suroso (38) yang menjadi korban pengusiran. Semalam dia diminta untuk segera meninggalkan kamar kos di Jl Rawa Selong RT 23/RW 1, Tanah Merah, Jakarta Utara.
"Warga curiga karena dia orangnya tertutup. Mau ke kamar mandi saja menunggu sampai orang-orang sepi," tutur Nurcholik, ketua RT setempat, Kamis (27/8/2009).
Selain sifatnya yang tertutup, hal lain yang semakin membuat warga curiga adalah tindakan Suroso yang dinilai warga tidak lazim dan cenderung berbahaya. Yakni melilitkan kawat yang dialiri arus listrik pada pagar bambu kamar kosnya.
"Saya pasang itu untuk keamanan. Minggu lalu barang saya ada yang hilang. Saya nggak kenal Noordin Top," jelas Suroso di kamar kosnya.
Pria pendiam kelahiran Magetan, Jawa Timur, ini mengaku bekerja sebagai tukang memperbaiki AC dan sebelumnya dia sempat berjualan bubur ayam di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di kamar kos ukuran 3x3 yang ditinggalinya sejak 6 bulan lalu itu, dia tinggal sendirian.
"Istri di Magetan. Anak saya satu, baru lahir," tutur Suroso yang saat ditemui wartawan tengah mengemasi barang-barangnya ke sebuah gerobak.
Selama proses pengosongan berlangsung yang Suroso lakukan sendiri, warga sekitar banyak yang menonton. Tapi mereka tidak mau memberikan penjelasan saat dikonfirmasi mengenai alasan pengusiran temasuk tetangga kos Suroso sekali pun.
"Ah... jangan saya Mas," tolak salah seorang warga pada wartawan yang memintainya komentar.
(lh/nrl)











































