Ketua Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD) Jamaludin Karim mengharapkan Ketua DPR mendatang harus mampu menjalin komunikasi politik yang baik dengan semua pihak. Menurut Jamaludin, selama ini Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan memposisikan diri sebagai jubir pemerintah, akibatnya komunikasi yang terjalin tidak seimbang.
"Kesan beberapa teman fraksi memang seperti itu. Akibatnya, komunikasi politik antar fraksi tidak efektif," ungkap Jamaludin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau interpelasi ataupun hak angket lolos jangan salahkan fraksi pendukung pemerintah. Tapi, coba instrospeksi seberapa bagus komunikasi politik Demokrat dengan fraksi lain," ujarnya.
Bagi Jamaludin, faktor kemampuan atau kualitas dari calon Ketua DPR sangat menentukan. "Tidak hanya sekadar berbekal pengalaman, tapi yang terpenting kualitas dari calon Ketua DPR. Kalaupun belum pengalaman, masih bisa ditutup dengan pengetahuan tentang tugas-tugas kedewanan," kata Jamaluddin.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional Muhammad Yasin Kara meminta Ketua DPR mendatang mampu memperbaiki citra parlemen. Karena itulah, Ketua DPR mendatang harus berjiwa reformis, visioner dan inovatif.
"Kalau berpengalaman tapi tidak berjiwa reformis, ya citra DPR tetap aja buruk di mata masyarakat," ujarnya.
Seperti diketahui, selama ini ada beberapa nama dari internal Partai Demokrat yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk menempati posisi Ketua DPR. Mereka adalah Marzuki Alie, Anas Urbaningrum, Syarief Hasan, Hayono Isman, dan Taufik Effendi.
(yid/iy)











































