Proses pencarian dilakukan oleh Basarnas, Polair Polda Bali, dibantu TNI AL mulai pukul 07.00 Wita, Kamis (27/8/2009). "Pencarian kita sisir dari Benoa ke arah timur menuju Padangbai, Nusa Penida hingga Kusamba," kata Kepala SAR Denpasar, Ketut Purwa, kepada detikcom.
Dalam pencarian korban, Basarnas menerjunkan 5 buah kapal, yaitu perahu karet (rubber boat), Sea Rider, kapal SAR Rescue 202, serta kapal TNI AL. Purwa memprediksi posisi korban yang tewas tenggelam saat ini masih berada di dalam air sehingga mempersulit proses pencarian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basarnas juga meminta bantuan para nelayan jika menemukan korban segera melaporkan ke Basarnas.
KMP Putra Romo tenggelam pukul 15.00 Wita, Rabu (26/8/2009). Kapal tenggelam karena mengalami kebocoran di lambung kapal. Akibatnya, kapal naas yang memuat 26 orang serta bahan bangunan berupa semen dan pasir tersebut tenggelam.
Tenggelamnya KMP Putra Romo ini menewaskan 9 orang, yaitu Luh Sari (50), Ni Komang Budiasih (19), Nyoman Sukarma (40), Ketut Gambar (34), Ni Made Rahmini (33), Made Lindra (40), Dewa Kastawa (50), Kadek Ita Purnamasari (7), dan Ni Wayan Santri (50).
Jenazah korban telah dikirim ke RSUD Klungkung, Bali. Sedangkan 3 korban tenggelam lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim Basarnar. 14 Korban lainnya selamat, termasuk Nahkoda KMP Putra Romo, Kadek Geriya.
(gds/sho)











































