Seperti yang terjadi di kawasan Tambora, Jakarta Barat ini. Warga mengamuk di rumah Nurhasanah, pengelola arisan Lebaran karena diduga melarikan uang warga senilai Rp 2 miliar.
Warga mengacak-acak dan merusak rumah yang terletak di Jl Hanura VI RT 4/15 Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (26/8/2009) itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu dimulai saat Nurhasanah membuka arisan lebaran. Jumlah setiap orang yang menitipkan uang ke Nurhasanah berbeda-beda kelipatan Rp 1.000.
"Dari lahir sudah di sini ya kita enggak curiga," ucap Nung (45) salah satu tetangga juga korban arisan yang mencapai Rp 70 juta.
Kabar menyebutkan, dana sebanyak itu mulai ngadat sejak Nurhasanah menggelontorkan uang anggota arisan ke pihak ketiga. Jumlahnya fluktuatif dari Rp 50 juta hingga Rp 150 juta. Singkat cerita, Nurhasanah layaknya lembaga perbankan yang kesulitan dana likuiditas karena dana dari pihak
ketiga tidak kunjung dikembalikan.
"Jadi rentenir, dana dipinjamkan lagi. Giliran balikin arisan, nggak ada duit," kata seoran gwarga yang lain, Nung.
Puncak kekesalan warga saat polisi dari Polsektro Tambora tidak menahan tersangka karena dijanjikan akan membayar uang anggota arisan senilai Rp 2 miliar pertengahan September. Akibatnya, Nurhasanah kini raib entah ke mana. Begitu juga suaminya, Ali dan kedua anak yang masih kecil. (Ari/ken)











































