Pantauan detikcom di kantor yang beralamat di Jalan Pisok No 45A RT 7 RW 11, Bintaro Sektor V, Tangerang, Rabu (26/8/2009), ruang redaksi yang berada di ruang tengah tampak semrawut.
Meja-meja tampak tidak teratur. Dulunya, meja-meja tersebut digunakan sebagai meja kerja para staf kantor yang dimiliki oleh Mohamad Jibril itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di gudang buku, yang juga berantakan, tampak buku-buku tak tersusun rapi. Beberapa buku yang tampak adalah tentang trio bom Bali, Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron. Menurut Hendra Setiadi, staf marketing Arrahmah, buku-buku itu berisi biografi ketiga teroris yang telah dihukum mati itu.
Sementara di lantai dua juga tidak kalah semrawut. Banyak sekali barang-barang yang tergeletak di lantai. Termasuk di kamar yang biasa digunakan Jibril tidur jika sedang menginap di kantor.
Polisi menggeledah kantor Arrahmah setelah Jibril ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap, Selasa 25 Agustus sore. Jibril diduga kuat terlibat aksi pengeboman di kawasan Mega Kuningan, 17 Juli lalu.
Jibril disebut-sebut sebagai orang yang mengetahui jaringan dana dari luar negeri untuk aksi pengeboman itu. Namun keluarga Jibril membantahnya.
(ken/iy)











































