Jibril Pernah di Pakistan Aktif di Al Ghuroba

Jibril Pernah di Pakistan Aktif di Al Ghuroba

- detikNews
Rabu, 26 Agu 2009 11:55 WIB
 Jibril Pernah di Pakistan Aktif di Al Ghuroba
Jakarta - Mohamad Jibril alias Muhamad Ricky Ardhan, anak Abu Jibril alias M Iqbal, ditetapkan sebagai DPO oleh Mabes Polri. Namun penetapan ini agak aneh, karena Jibril tidak kabur atau bersembunyi. Apa sebenarnya peran Jibril? Apakah karena dia pernah di Pakistan dan aktif di Al Ghuroba?

Saat mengumumkan DPO kasus bom JW Marriott Jakarta dan The Ritz-Carlton, polisi menyebut Jibril terkait dalam pendanaan dari asing. Selain itu, peran Jibril tidaklah jelas.

Teman-teman Jibril sebenarnya meragukan Jibril terkait bom di Marriott dan Ritz-Carlton. "Saya tidak yakin dia terlibat. Dia mungkin diambil karena dia kenal banyak jaringan islam di dunia, termasuk dia pernah aktif di Al Ghuroba," kata sumber detikcom, Rabu (26/8/2009).

Dia sudah mendengar isu bahwa Jibril menjadi target polisi lima bulan lalu. Tapi, faktor apa yang membuat jibril jadi target polisi, dia tidak tahu. "Tapi, isu Jibril terkait pendanaan dari luar negeri itu isu lama, lima bulan lalu," ujar dia.

Selama ini, Jibril, laki-laki berumur 30 tahun dan masih lajang, memang memiliki sepak terjang dalam aktivitas dengan jaringan internasional. Beberapa waktu lalu, Jibril pernah bergabung dalam organisasi Al Ghuroba.

Al Ghuroba sebenarnya organisasi kajian yang para anggotanya adalah para pelajar di Pakistan. Masalahnya, organisasi ini dibentuk Hambali, yang dinyatakan oleh internasional sebagai teroris. Saat ini Hambali ditahan oleh AS di Guantanamo. Diduga buronan kasus terorisme nomor 1, Osama Bin Laden, juga terlibat dalam pembentukan organisasi itu.

Banyak pelajar Indonesia yang menjadi aktivis Al Ghuroba. Bahkan, Abdurrahim alias Iim, putra Abu Bakar Ba'asyir pernah menjadi ketua organisasi ini. Gun Gun Rusman Gunawan, adik Hambali, yang pernah ditahan dalam kasus terorisme, menjadi wakil ketuanya. Sedangkan Syaifudin, yang kini tinggal di Yogya, pernah menjadi sekretarisnya. Jibril merupakan salah satu pengurus organisasi ini.

Namun, Al Ghuroba saat ini sudah bubar. Organisasi ini dibubarkan beberapa tahun lalu, setelah para anggotanya di Pakistan ditangkap aparat Pakistan, termasuk Gun Gun Rusman Gunawan. Meski dari awal dibentuk sebagai organisasi kajian dan intelektual, namun Al Ghuroba diduga sebagai tempat mampirnya para anggota jaringan Osama Bin Laden.

Meski Al Ghuroba sudah dibubarkan, namun jaringannya diduga masih saling berkomunikasi. Bahkan, informasi yang didapatkan detikcom, Jibril sempat pula masih pergi ke Pakistan beberapa bulan lalu. "Dia ke Pakistan hanya cari kitab-kitab, tidak lama," ujar sumber tersebut mengklarifikasi kepergian Jibril ke Pakistan.

Sejak di Indonesia, Jibril memiliki banyak aktivitas. Selain memiliki penerbitan dan mendirikan media Arrahmah.com, Jibril juga memiliki Jihadmagz. Konten dua media massa yang dimiliki Jibril ini berisikan tentang jihad dan sebangsanya. Bahkan, media tersebut terkesan tidak melawan tindakan-tindakan Amrozi dan Imam Samudra cs dan menyebut mereka sebagai mujahid.

Selain memiliki media massa, Jibril juga membentuk pengajian Ar-Royan. Kelompok pengajian ini sering menggelar pengajian di banyak masjid di Jabodetabek, termasuk di Masjid Al Munawwarah Pamulang.

Namun, Jibril juga pernah berjihad di tempat-tempat konflik di Poso dan Ambon. "Karena itu, agak kaget juga kok Jibril dikaitkan polisi dengan bom di Marriott dan Ritz-Carlton. Karena pandangan orang-orang seperti dia tidak sama dengan kelompok Noordin M Top," ujar dia.
(asy/nrl)


Berita Terkait