Jumpa Pers Abu Jibril Diteriaki Bohong Massa Habib Abdurrahman

Jumpa Pers Abu Jibril Diteriaki Bohong Massa Habib Abdurrahman

- detikNews
Rabu, 26 Agu 2009 11:34 WIB
Jumpa Pers Abu Jibril Diteriaki Bohong Massa Habib Abdurrahman
Jakarta - "Bohong!" Teriakan itu dilontarkan sekitar 20 orang dari Barisan Muda Betawi (BMB) saat jumpa pers yang digelar Abu Jibril berlangsung. Namun, Abu Jibril cs tetap melanjutkan acara itu hingga selesai.

Setelah massa menggelar aksinya, tiba-tiba Habib Abdurrahman Assegaf tampak bergabung dengan barisan massa. Habib duduk sebagai Dewan Penasihat BMB.  Habib mengenakan sarung dan kaos oblong warna putih dan peci warna putih.

"Konferensi pers ini untuk apa? Kalau hanya untuk saling hujat. Kan kita tahu siapa yang terlibat teroris," kata Habib di depan masjib Al Munawwarah, tempat Abu Jibril menggelar jumpa pers, di Pamulang, Tangerang, Banten, Rabu (26/8/2009).

Habib menuding Abu Jibril akan memutarbalikkan isu dalam jumpa persnya. Menurutnya, Abu Jibril akan menghujat dan menyerang Habib secara pribadi. "Padahal kita bisa tahulah siapa yang terlibat teroris karena anaknya sudah ditangkap sama kepolisian," papar Habib.

Seminggu sebelumnya, Habib Abdurrahman berkonflik dengan Abu Jibril terkait dengan dominasi dakwah di masjid. Konflik ini berkepanjangan dan menimbulkan kerusuhan. Warga sekitar menilai pengajian Abu Jibril eksklusif dan tidak mau sosialisasi. Namun, menurut Abu, Habib Abdurrahman Assegaf tidak pantas mengatakan itu karena dia tidak pernah aktif di masjid.

Sementara itu, Abu Jibril dan kuasa hukumnya terus melanjutkan jumpa pers seputar penangkapan Mohamad Jibril alias Muhammad Ricky Ardhan oleh Densus 88 pada Selasa 25 Agustus 2009. Mohamad Jibril diduga mendanai teroris.

Usai jumpa pers, Abu Jibril dan kuasa hukumnya masuk ke dalam masjid. Sedangkan massa yang dikomandani Habib Abdurrahman Assegaf masih berkumpul di halaman masjid.

(aan/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini