Demikian yang disampaikan dalam laporan United Nations, seperti dilansir AFP, Selasa (25/8/2009).
Berdasarkan Studi Analisis Nutrisi dan Keamanan Somalia, satu dari lima anak menderita kekurangan pangan, sekitar 1,42 juta warga terpaksa mengungsi karena konflik dan lebih dari 3,76 persen membutuhkan bantuan kemanusiaan.
"Somalia menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin lama semakin buruk dalam 18 tahun terakhir, ditengah-tengah perang sipil yang terus meluas," kata studi analisis tersebut.
Yang paling parah di wilayah selatan dan tengah Somalia, yang menghadapi masalah paling berat namun sulit dijangkau oleh bantuan kemanusiaan yang disalurkan. "Krisis di wilayah ini paling parah yaitu lebih dari 75 persen total populasi mengalami masalah kemanusiaan darurat," jelasnya.
Bahkan serangan anti pemerintah yang terus digencarkan oleh pemberontak Islam radikal sejak awal Mei lalu justru semakin memperburuk krisis. Ratusan warga sipil tewas dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi dari ibukota Mogadishu.
Somalia yang dikenal sebagai salah satu negara Tanduk Afrika ini hampir runtuh karena konflik yang terus terjadi dan tak terputuskan sejak pemecatan mantan presiden Mohamed Siad Barre tahun 1991 lalu.
(nvc/rdf)











































