Dino yang merupakan pemimpin Gerakan Rajah Solaiman, suatu kelompok Nasrani yang berubah menjadi kelompok militan Islam, ditangkap oleh polisi dalam persembunyiannya di kota Marawi, selatan Manila, Jumat (21/8) lalu.
Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Edgardo Verzosa dalam jumpa pers, seperti dilansir AFP, Selasa (25/8/2009).
Edgardo menyebutkan Dino sebagai perakit bom handal yang dilatih langsung oleh militan Jamaah Islamiyah yang melarikan diri dari Indonesia ke Filipina setelah peristiwa Bom Bali tahun 2002, yaitu Dulmatin dan Umar Patek.
Karena Dino juga merupakan buronan intelijen AS, Departemen Pertahanan AS menawarkan imbalan sebesar Rp 899 juta (US$ 90 ribu) bagi siapa saja yang dapat memberi informasi seputar keberadaan Dino. Dan si informan yang memberi tahu polisi lokasi Dino pun telah diganjar imbalan sebesar Rp 99 juta (US$ 10 ribu).
Dino alias Khalil Pareja alias Abu Jihad alias Al-Luzoni, merupakan buronan kasus pemboman gedung keuangan di Manila tahun 2005 yang menewaskan 3 korban jiwa. Dia juga diduga berada di balik pemboman kedua di Pelabuhan Zamboanga yang melukai 26 orang dan serangan terhadap detasemen militer Filipina tahun 2005 yang menewaskan 10 tentara.
Tahun 2005 Kepolisian Filipina menyergap persembunyian kelompok Rajah Solaiman di utara Manila. Polisi juga menemukan bahan peledak seberat 600 kg. Dino juga diduga berencana melakukan pemboman terhadap pertemuan ASEAN yang dihadiri para kepala negara di pusat kota Cebu tahun 2006. (nvc/rdf)











































