Padahal, Mikael Abdulrahman, adik Jibril, mengaku menyaksikan kakaknya itu 'dibawa' tiga orang berbadan besar. Saat itu, Jibril sedang dalam perjalanan ke rumah ayahnya di Pamulang, Tangerang.
"Di dekat rumah saya lihat kakak saya ditangkap tiga orang berbadan besar. Saya lihat dia (Jibril) diborgol," kata Mikael usai bertemu Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sempat nanya, ada apa ini. Tapi orang-orang itu cuma bilang nanti-nanti," kata Mikael.
Kemudian Jibril dimasukkan ke dalam mobil Honda CR-V silver bernopol B 8190 CX. Mobil itu langsung melesat ke arah Pondok Cabe, Jakarta Selatan.
"Kami sempat ngejar, tapi kehilangan jejak di Pondok Cabe," kata Mikael.
Sementara itu Abu Jibril, mengatakan, Irjen Nanan Sukarna tidak mengetahui siapa yang 'menculik' Jibril. Namun Nanan berjanji akan mencari tahu segera.
"Pak Nanan bilang tidak tahu tapi dia bilang akan cari tahu. Akan dikroscek," kata pria kelahiran Lombok ini.
Abu Jibril mengatakan, hingga saat ini dirinya tidak tahu di mana anak sulungnya berada. "Dia diambil orang tidak dikenal, dicegat di tengah jalan, diperlakukan dengan tidak beradab," sesalnya.
Nama Mohamad Jibril mencuat saat polisi menyebutnya sebagai tersangka teroris baru. Polisi menyebut pria itu bertempat tinggal terakhir di Jalan M Saidi RT 10/ RW 01 Pesanggrahan, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.
Jibril diduga terlibat soal pendanaan dari luar negeri untuk pengeboman JW Marriott. Jibril memiliki dua identitas yakni kelahiran Banjarmasin, 3 Desember 1979 dan Lombok Timur, 28 Mei 1989.
(ken/nrl)











































