Sebelum dibom oleh Amrozi cs, Sari Club adalah diskotek yang terkenal hingga mancanegara. Dianggap belum lengkap ke Kuta bila belum mampir ke Sari Club. Klub malam ini hanya diperuntukkan untuk turis asing.
Namun, sejak peledakan Oktober 2002 itu, lokasi Sari Club hingga saat ini masih terkatung-katung. Bekas Sari Club kini dimanfaatkan untuk lahan parkir untuk menampung roda dua di jalan Legian. Kondisi sebaliknya berbeda dengan lokasi bom lainnya Paddy,s Pub yang lokasinya persis di depan Sari Club. Di lahan bekas Paddy,s Pub saatini telah dibangun klub malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkab Badung menganggap pemilik lahan belum jelas karena tidak berhasil menelusuri alamat pemilik tanah di bekas Sari Club. "Kita telah mencari alamat atas nama pemilik lahan sesuai dengan data di BPN (Badan Pertanahan Nasional) tetapi tidak ditemukan. Kita tidak tahu pemilik berada di mana," kata Wijaya.
Diketahui bahwa, Perdana Menteri Australia Kevin Ruud mengomentari kabar yang beredar bahwa pemilik hak sewa tanah tersebut, Kadek Wiranatha, telah meminta izin untuk membangun klub malam dan restoran di bekas Sari Club. Wiranatha juga telah menyatakan idenya kepada pihak Australia yang berada di belakang pembangunan Taman Perdamaian Bali, taman yang dibangun untuk mengenang korban bom Bali. Wiranatha menolak permintaan Australia untuk membangun taman peringatan di lokasi pengeboman tersebut.
(gds/djo)











































