Demikian kata Menlu Hasan Wirajuda atas perkembangan penanganan isu tari
pendet. Ini disampaikannya usai melaporkan kasus itu kepada Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta.
"Sejauh mana kaitannya dengan pemerintah Malaysia, masih kita tunggu penjelasannya. Tapi saya dengar dari dubes kita, sepertinya pihak kementerian kebudayaan Malaysia merasa itu bukan karyanya," kata Wirajuda, Selasa (25/8/2009).
Menurutnya meski iklan wisata yang bermasalah itu dibuat oleh swasta,Β bukan berarti pemerintah Malaysia boleh lepas tangan. Sebab bagaimana pun juga masalah tersebut terjadi di wilayah negara Malaysia.
"Pada gilirannya itu lalu mengganggu. Maka atas tindakan seperti itu timbul
reaksi keras di masyarakat kita, bisa dimengerti. Sekarang bagaimana kita masing-masing tertib agar semua itu tidak terjadi lagi karena bisa pengaruhi hubungan baik rakyat dua negara," jelas menlu panjang lebar.
Hal serupa juga disampaikan oleh Menbudpar Jero Wacik yang ditemui pada kesempatan sama. Dia mengaku sudah mendapatkan permintaan maaf dari pihak swasta pembuat iklan dan konfirmasi penarikan tanyangannya dari media televisi.
"Tapi saya belum mau terima, kita mau dengar dulu apa kata pemerintah
sana. Masa minta maaf lewat email," tandas Jero Wacik.
(lh/anw)











































