Saat pertama diperiksa jajaran Poltabes Palembang, Senin (24/8/9), Iwan mengaku Alia dihabisi di dalam mobil Honda Jazz milik korban di Jalan lintas Timur di pinggiran Kota Jambi, Kamis (20/08/2009) sekitar pukul 04.00 WIB.
Sebelum peritiwa keji itu terjadi, Alia datang ke rumah kontrakan Iwan, Rabu (19/8/2009) malam. Alia mendesak Iwan agar mengajaknya pergi dari Palembang. Kedua sejoli ini memang sedang dirundung masalah. Iwan dipecat dari pekerjaan akibat menggelapkan uang Rp 56,5 juta milik Bank Sumsel. Iwan mengaku, uang itu banyak dipakai oleh Alia dengan jumlah total mencapai Rp 46,5 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan dan Alia pun kemudian pergi dengan mobil Alia ke arah Jambi. Sepanjang perjalanan keduanya kerap bertengkar. Puncak pertengkaran saat Alia berubah pikiran dan tak mau menikah dengan Iwan.
Hal itu membuat Iwan naik darah. Dia kemudian mencekik dan mematahkan leher Alia. Iwan membawa dokter muda itu dan sampai di RSUD Selasih Pelalawan, Riau, Kamis (20/08/2009) pukul 11.00.
"Saya taruh disana supaya mudah ditemukan orang," kata Iwan yang kemudian mengaku pergi ke Pekanbaru dengan angkutan umum.
Dibunuh Dikontrakan Iwan
Namun BAP pertama Iwan itu hanya bertahan beberapa jam saja. Saat polisi mengajukan bukti baru, yakni kartu parkir di Palembang Squere, pengakuan Iwan mengenai lokasi pembunuhan berubah lagi.
"Kami punya bukti kuat yang mementahkan alibinya. Korban dihabisi bukan Kamis dini hari di Jambi tapi di sini (Palembang), Rabu (19/8/2009) malam," kata Kapoltabes Palembang, Kombes Pol LukiHermawan, Selasa (25/8/2009).
Bukti baru itu adalah print out parkir mobil milik korban dan Honda City silver bernopol BG 118 YN milik tersangka. "Jenazah korban bahkan sempat ditaruh dalam mobil Honda Jazz dan diparkirkan di PS," sambung Luki.
Menurut Luki, Iwan bertemu Alia di Palembang Square (PS), Rabu (19/08/2009) siang. Kedua mobil tercatat masuk beriringan pukul 15.20 WIB. Pada 15.45 WIB mobil Iwan keluar dari parkiran. Mereka berdua pergi ke rumah kontrakan Iwan, sedangkan mobil Alia tetap di parkiran PS.
Saat di kos-kosan Iwan melamar Alia. Iwan meminta Alia menikah dengannya karena merasa uangnya habis untuk biaya selama pacaran. Namun keinginan Iwan itu ditolak Alia. Gadis itu mengungkapkan sejumlah alasan, salah satunya orang tuanya tak setuju dengan Iwan.
Penolakan ini membuat Iwan gusar dan membunuh Alia. Tangan kirinya mencekik leher Alia. Korban melawan, namun tinju kanan tersangka mendarat di jidad korban. Tiga kali pukulan di leher belakang, mematahkan leher Alia yang mengakibatkan dokter cantik ini tewas.
Usai menghabisi nyawa Alia, Iwan tercatat masuk kembali ke parkiran PS sekitar pukul 21.00 WIB. Mayat Alia saat itu ditinggalkan di rumah kontrakannya. Iwan kemudian meninggalkan mobilnya
di parkiran PS dan membawa mobil Alia ke kontrakannya. Mayat Alia lalu dimasukkan ke mobil Honda Jazz tersebut. Selanjutnya Iwan dengan mobil Alia masuk lagi ke parkiran PS.
Mayat Alia dalam mobil Honda Jazz itu sempat ditinggalkan begitu saja di parkiran PS. Iwan membawa mobilnya kekontrakannya, lalu ditinggalkannya. Iwan pun kembali ke PS naik ojek.
Sesampai di PS dia mengambil mobil Alia dan membawa jenazah Alia ke luar Kota Palembang hingga akhirnya sampai di RSUD Pelalawan Riau. Setelah meninggalkan Honda Jazz yang berisi mayat Alia, Iwan selanjutnya pergi ke Lampung, lalu pulang ke rumah orangtuanya di Lahat.
(tw/djo)










































