"Nggak, justru saya paling tinggi kok. Nggak benar itu," kata Ical usai mengisi kuliah umum di Universitas Bakrie (sebelumnya Bakrie School of Management) di Kompleks Pasar Festival, JL HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (25/8/2009).
Namun Ical enggan menyebutkan secara pasti berapa dukungan kader Golkar di daerah kepada dirinya. "Tanya saja Mara (Lalu Mara)," jawab Ical singkat.
Lalu Mara, yang juga berada di tempat yang sama mengatakan, dalam survei internal dua bulan terakhir, Ical masih unggul dnegan mengantongi dukungan 70 persen.
"Pak Ical menang 70 persen dari survei yang dilakukan dua bulan terakhir. Sisanya 10 persen abstain, 20 persen menyebar ke beberapa nama. Di antaranya Surya Paloh, Yuddy Chrisnandi dan Ferry Mursyidan Baldan," kata sekretaris pribadi Ical ini.
Dia mengatakan, kubu Ical akan terus menyosialisasikan kepada kader Golkar di daerah agar tetap konsisten memilih Aburizal Bakrie. "Survei dilakukan kepada seluruh kader Golkar di DPD seluruh Indonesia. Teknis surveinya saya tidak tahu," imbuhnya.
Sebelumnya Ical dikabarkan telah kehilangan dukungan yang cukup signifikan sebagaimana hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) di internal Golkar.
Hasil survei LSI bulan lalu itu menunjukkan dari 430 DPD II Golkar yang disurvei, hanya 8 DPD yang mendukung Ical sebagai ketua umum Golkar berikutnya. 202 DPD justru memilih Surya Paloh.
(anw/nrl)










































