Pada Minggu (23/8) kemarin, polisi berhasil menangkap 7 orang anggota kelompok Laskar-e-Jhangvi, yang masih berkaitan dengan kelompok ekstrimis Al-Qaeda yang dilarang. Mereka diduga merencanakan serangan bunuh diri di selatan kota pelabuhan dan ibukota Provinsi Sindh, Pakistan.
"Kami telah menahan 7 orang dan menemukan 3 jaket yang telah dirakit dengan peledak beserta detonatornya. Mereka diperkirakan akan menyerang target utama termasuk gedung milik Kepolisian dan masjid Syiah di kota. Bahan peledak yang kami temukan cukup untuk meledakkan kota," ujar petugas senior Kepolisian Karachi, Saud Mirza, seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2009).
Lashkar-e-Jhangvi merupakan kelompok ektremis Muslim Sunni paling terkenal di Pakistan. Kelompok ini bahkan diketahui telah melakukan banyak serangan terhadap kaum minoritas Syiah dan kelompok lain sejak tahun 1996. Pemerintah Pakistan meyakini kelompok tersebut berada di balik serangan mematikan di hotel bintang lima Marriott di Islamabad, September lalu. Serangan itu menewaskan 60 orang. Mereka juga diduga keras memiliki keterkaitan erat dengan Taliban dan Al-Qaeda.
Saud mengatakan salah satu tahanan yang bernama Shehzad Munna, merupakan seorang ahli merakit bom bunuh diri dengan menggunakan jaket. Dia bahkan diketahui berkeliling Pakistan untuk merekrut dan melatih anak-anak muda untuk melakukan bom bunuh diri.
"Dia menjadi buronan dalam kasus penyerangan mantan Presiden Pervez Musharraf dan mantan Perdana Menteri Shaukat Aziz," tambah Saud.
Sementara itu, 6 orang lainnya ditangkap dan ditahan polisi di Punjab, yang merupakan wilayah terpadat di Pakistan. Kepolisian menemukan sejumlah jaket lengkap dengan peledak yang telah dirakit di dalamnya dan juga senjata-senjata lain dari para tersangka. Mereka diperkirakan akan beraksi sepanjang bulan suci Ramadan.
"Kita telah menahan 6 tersangka teroris yang diduga berencana meledakkan bangunan-bangunan penting di kota. Mereka berencana menyerang kelompok minoritas Ahmadi dan Sunni, serta meledakkan menara komunikasi milik salah satu perusahan selular yang berasal dari Norwegia," kata petugas kepolisian Sargodha, salah satu wilayah di jantung kota Punjab, Usman Anwar.
(nvc/nrl)











































