Demikian jawab Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng mengenai isu pengawasan dakwah oleh polisi. Ini disampaikannya di pelataran Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009).
"Nggak ada pengawasan-pengawasan. Tidak perlu merasa ada yang diawas-awasi apalagi kalau tidak terlibat dalam kegiatan terorisme," kata Andi.
Menurutnya langkah yang sedang jajaran Polri lakukan saat ini melindungi masyarakat dan mengejar para pelaku terorisme. Upaya penegakan hukum dilakukan berdasarkan UU dan aturan berlaku yang semuanya selalu memperhatikan unsur HAM serta demokrasi.
"Di dalam sebuah negara demokrasi ada aparat keamanan yang bertugas melakukan perlindungkan kepada warga negara. Kita baru saja mendapat serangan bom yang kalau dilihat motivasinya bisa saja terkait tafsir agama tertentu yang tidak pas. Tetapi apapun itu, terorisme tak bisa dibenarkan dan harus menjadi musuh bersama," imbuh dia.
(lh/anw)










































