Pemandangan itu ditemukan wartawan saat menyambangi rumah Djahri yang pernah dijadikan persembunyian Ibrohim, di Dusun Beji, Desa Kedu, Kelurahan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (24/8/2009).
Sejak pukul 15.30 WIB, rumah yang kini amburadul tersebut memang sudah tak lagi digaris polisi. Hal ini memudahkan sejumlah wartawan untuk mendekati rumah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di halaman belakang, terdapat galian berbentuk segi empat. Di galian tersebut diletakkan berbagai barang seperti buku, pakaian dan lain-lain.
Saat detikcom dan wartawan lainnya melihat ke arah dalam, tampak banyak perabotan rumah tangga milik Djahri yang rusak parah. Perabotan seperti teko maupun penggorengan, dipenuhi lubang peluru.
Sementara di dekat WC, tergeletak handuk berwarna biru. Handuk tersebut penuh noda berwarna coklat kemerahan menyerupai darah.
Seperti diketahui, Densus 88 Mabes Polri menghujani rumah tersebut dengan tembakan saat melakukan penggerebekan Ibrohim pada 7 Agustus lalu. Ibrohim akhirnya tewas dengan 1 luka tembakan pada bagian punggung. Mabes Polri menyatakan, Ibrohim terkena peluru yang memantul.
(djo/nrl)










































