Diharamkan MUI, Pengemis Cuek

Diharamkan MUI, Pengemis Cuek

- detikNews
Senin, 24 Agu 2009 16:30 WIB
Diharamkan MUI, Pengemis Cuek
Jakarta - Majelis Fatwa MUI mengharamkan pengemis. Tetapi fatwa itu ditanggapi
dingin orang-orang yang sehari-hari mengemis. Mereka akan terus mengemis lantaran tidak memiliki ketrampilan yang dapat menghasilkan uang.

Wardi (48), pria yang biasa mangkal di Pasar Tanah Abang ini mengaku mengemis lantaran tidak memiliki kecakapan untuk berusaha normal. Menurutnya, ia telah gagal  merantau ke Jakarta sejak tahun 1987 lampau.

"Jadi penjaga toilet pernah, tukang sapu di Stasiun Tanah Abang juga pernah.  Coba jualan gorengan nggak laku, duit abis jadinya seperti ini," kata Wardi, perantau asal Kebumen Jawa Tengah, Senin (24/8/2009).

Latar belakang kegagalan mengadu nasib banyak dialami teman-teman Wardi.  Mereka mengemis untuk dapat sekadar hidup di kolong jembatan Tanah Abang yang kerap digusur. Mereka mengaku tidak ada kelebihan uang untuk dikirim ke desa.

"Kalau yang begitu (sampai bisa mengirim duit ke desa), sengaja mengemis.  Karena di desa sedang paceklik biasanya. Atau yang pura-pura jadi pengemis  juga banyak," timpal teman Wardi, Yati (36).

Pengemis karbitan itu, menurut Yati cukup membuat pengemis asli tidak bisa berbuat apa-apa. Jumlahnya yang mencapai ratusan dan tersebar dalam berbagai modus, membuat pengemis asli ikut terkena dampak buruknya.

"Kalau giliran ada razia, kita juga yang kena. Di Kedoya (Panti Sosial  (red) seminggu atau 2 minggu baru dilepas. Kalau mereka kabur duluan karena tinggalnya nggak disini," cetus Yati.

Tak heran apabila pengemis-pengemis itu masa bodoh dengan larangan mengemis yang dikeluarkan MUI Sumenep dan disetujui oleh MUI Pusat, kemarin (23/8/2009). Pengemis mengaku tidak ada niat menghina Islam dengan mengemis di depan masyarakat umum.

"MUI itu yang kyai-kyai ya. Kita nggak ada hubungannya (menghina Islam).  Saya juga Islam. Kita mengemis untuk mencari makan bukan untuk menjelek-jelekan. Kalau saya masih sehat, ada modal juga nggak ngemis. Siapa sih yang mau," kelit Wardi berapi-api.

(Ari/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads