"Pengalaman menjadi ketua fraksi tentu akan sangat membantu. Karena siapa pun yang menjadi Ketua DPR, mereka harus tahu persis ketatanegaraan. Bagaimana dia memahamai betul fungsinya sebagai Ketua DPR. Sehingga dapat menempatkan diri sesuai dengan posisi dan kedudukannya," kata Ketua FPPP Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2009).
Menurut Ketua DPP PPP ini, meski berharap Ketua DPR diisi kader berpengalaman, PPP tidak memiliki wewenang untuk menyebut nama. PPP menyerahkan sepenuhnya kepada PD dan SBY menunjuk kader PD yang dianggap mampu menjadi kepanjangan partai di Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat didesak siapa orang yang dimaksud, Lukman dengan tegas menjawab tidak bisa menyebut nama karena bukan wewenang PPP. "Tentu saja dia harus arif, matang dan dewasa dalam publikasi dan komunikasi politik. Tentu saja komunikasi politik dengan partai mana pun. Kemampuan ini harus dimiliki Ketua DPR," pungkasnya.
Hal yang sama juga juga disampaikan Ketua FPAN Zulkifli Hasan. Menurutnya, memang UU Parlemen telah menetapkan PD sebagai partai yang diberi jatah kursi Ketua DPR. Namun, karena pimpinan DPR bersifat kolektif dan akan berkaitan dengan partai lain, PAN berharap PD dan SBY menunjuk kader berpengalaman sebagai Ketua DPR.
"Siapa pun Ketua DPR-nya, dia harus berpengalaman dan mampu menjaga hubungan baik dengan partai mana pun," kata Zul kepada wartawan di Gedung DPR.
Menurut Sekjen DPP PAN ini, komunikasi politik yang handal oleh Ketua DPR sangat diperlukan. Tanpa kemampuan dan pengalaman, Ketua DPR baru akan membutuhkan waktu cukup lama untuk beradaptasi di DPR yang sangat penuh dengan permainan. Hal ini sangat tidak produktif dalam upaya meningkatkan citra Dewan 5 tahun mendatang.
"Komunikasi politik sebagai faktor penunjang utama. Namun siapa pun orangnya, tentu PD yang menentukan. Kami tidak memiliki wewenang untuk ikut campur. Keputusan akhir tetap di tangan partai pemenang pemilu," papar Zul.
Sebelumnya diberitakan, PD sudah menyiapkan 5 kader terbaiknya untuk menjadi Ketua DPR. Tetapi seiring berjalannya waktu, dari 5 kader yang ada itu, 2 kader mengalami ketidakpercayaan diri sehingga hanya 3 kader yang memiliki kans lebih menduduki kursi Ketua DPR.
3 kader yang diprediksi masih kuat memiliki kans menjadi ketua DPR itu adalah Syarief Hasan, Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum. Sementara 2 lainnya yaitu Taufiq Effendi dan Hayono Isman dikabarkan mengecil kansnya karena berbagai faktor.
Dari 3 nama yang tersisa itu, nama Syarief Hasan adalah satu-satunya calon yang memiliki pengalaman lebih di bidang legislasi dan tugas-tugas DPR dibanding Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum. Dasarnya, Syarief sudah dan sedang menjabat Ketua Fraksi PD DPR sampai sekarang.
Sementara, baik Anas maupun Marzuki tidak pernah sama sekali duduk sebagai anggota DPR, apalagi memegang posisi pimpinan alat kelengkapan dewan. Siapa yang akan dipilih SBY?
(yid/nrl)










































