Â
"Kalau dulu ada pihak yang memanfaatkan barangkali namanya dulu broker atau calo, sekarang ada calo intelektual," ujar Foke kepada wartawan saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin(24/8/2009).
Menurut Foke, dugaan kuat adanya calo intelektual dapat dilihat dari maraknya pemesanan tiket via online. Hal tersebut mengindikasikan sang calo memiliki pengetahuan yang lebih tentang teknologi.
Â
"Artinya yang booking online itu orang yang tahu atau melek teknologi. Orang yang cukup intelek bisa menggunakan informasi teknologi untuk keperluan tertentu," ungkapnya.
Meski masih berupa dugaan, lanjut Foke, dirinya enggan menjelaskan lebih lanjut tentang siapa yang dimaksud calo intelektual itu. Ia hanya berharap agar masyarakat lebih waspada saat membeli tiket kereta api.
"Yang mengkhawatirkan tiket kereta api bisnis dan eksekutif dua tiga hari sudah habis. Kita memang tidak curiga apa-apa tetapi kita minta agar meningkatkan kewaspadaan, teknologi informasi kan masih ada celahnya," pungkasnya.
(ape/iy)











































