Pemandangan semrawut mulai tampak ketika memasuki bawah fly over dari arah UIN, Ciputat. Puluhan pedagang sepatu, gasper, VCD bajakan, makanan dan minuman tampak memenuhi kawasan tersebut.
Β "Kalau tidak diatur mulai sekarang, takutnya nanti akan sulit ditertibkan," kata Bambang (32), warga Ciputat kepada detikcom, Senin, (24/8/2009).
Selain memenuhi sepanjang jalan, pedagang tersebut juga menduduki besi pelindung taman dan pot taman. Akibatnya, tanaman menjadi tak bisa berkembang dan mati layu. "Sudah 3 bulan berjualan. Dulu ditertibkan sama trantib. Akibatnya jalan macet banget jika menuju ke Kampung Sawah atau arah Pasar Ciputat, " tambah Amir (29), tukang ojek setempat.
Selain kesemrawut, tumpukan sampah pasar tradisional menumpuk di segi tiga taman kota arah Masjid Agung Ciputat. Meski sudah diangkut truk sampah, tapi limbah dari Pasar Ciputat selalu memenuhi jalan sehingga macet. "Pasar tidak menyediakan tempat sampah. Limbah dibuang begitu saja di trotoar hingga badan jalan. Busuk banget," tambahnya.
Kesemrawutan semakin parah karena puluhan angkot mangkal di ujung jembatan fly over arah Pamulang. Secara bergerombol, mereka memenuhi badan jalan sehingga arus lalu lintas dari fly over pun tersumbat diujung jembatan layang. "Ya ujung-ujungnya macet-macet lagi," kata Badrun (32) tukang ojek di bawah fly over.
(asp/anw)











































