"Pemerintah Indonesia perlu memberi pelajaran yang tegas kepada Malaysia untuk menghentikan langkah yang tidak terpuji itu," kata Wakil Ketua Komisi Bidang Luar Negeri Yusron Ihza kepada detikcom Senin (24/8/2009).
Menurut politisi PBB itu, Deplu dan Departemen Pariwisata harus segera bertindak dan berada pada barisan terdepan dalam menghentikan sikap Malaysia yang memuakkan itu. Karena langkah hukum cenderung berliku-liku dan memakan waktu. "Maka langkah politis harus menjadi pilihan," pinta adik kandung Yusril Ihza Mahendra ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat pengalaman selama ini, tindakan-tindakan ringan sekadar mengirim nota protes, sudah tidak cukup. Karena itu, yang diperlukan sekarang adalah sebuah tindakan tegas yang lebih nyata dan segera," pinta Yusron.
Doktor ekonomi lulusan Universitas di Jepang ini mencontohkan sikap 'ndablek' Malaysia dalam hal klaim atas Blok Ambalat. Malaysia bukan tidak menyadari perbuatannya itu tidak benar, tetapi sikap pemerintah Indonesia yang lemah dan kurang tegas telah membuat Malaysia terus melakukan upaya coba-coba.
"Tiap kali Malaysia melakukan pencaplokan, tiap kali pula masyarakat Indonesia memberikan reaksi yang keras. Kini saatnya bagi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta bertindak tegas dan segera. Tidak ada lagi yang perlu ditunggu," pungkas pria berkacamata yang suka merokok dengan cangklong ini.
(yid/iy)











































