Pemerintah Harus Beri 'Pelajaran Tegas' Terhadap Malaysia

Tari Pendet Diklaim Malaysia

Pemerintah Harus Beri 'Pelajaran Tegas' Terhadap Malaysia

- detikNews
Senin, 24 Agu 2009 11:34 WIB
 Pemerintah Harus Beri Pelajaran Tegas Terhadap Malaysia
Jakarta - Pencaplokan budaya Indonesia untuk tujuan komersial yang dilakukan Malaysia merupakan tindakan menyakitkan dan tidak dapat dibenarkan. Apalagi Malaysia terus melakukan hal itu  berulang-ulang, tanpa rasa bersalah dan tanpa perasaan harga diri.

"Pemerintah Indonesia perlu memberi pelajaran yang tegas kepada Malaysia untuk menghentikan langkah yang tidak terpuji itu," kata Wakil Ketua Komisi Bidang Luar Negeri Yusron Ihza kepada detikcom Senin (24/8/2009).

Menurut politisi PBB itu, Deplu dan Departemen Pariwisata harus segera bertindak dan berada pada barisan terdepan dalam menghentikan sikap Malaysia yang memuakkan itu. Karena langkah hukum cenderung berliku-liku dan memakan waktu. "Maka langkah politis harus menjadi pilihan," pinta adik kandung Yusril Ihza Mahendra ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah politis dimaksud, lanjut Yusron, dapat berupa tekanan diplomatik. Misalnya, menarik Duta Besar Indonesia dari Malaysia, dan atau meminta Duta Besar Malaysia meninggalkan Indonesia. Langkah lain bisa dilakukan seperti pencabutan konsesi bisnis atau pengurangan kesempatan investasi Malaysia di Indonesia, tentu dapat pula dipertimbangkan.

"Melihat pengalaman selama ini, tindakan-tindakan ringan sekadar mengirim nota protes, sudah tidak cukup. Karena itu, yang diperlukan sekarang adalah sebuah tindakan tegas yang lebih nyata dan segera," pinta Yusron.

Doktor ekonomi lulusan Universitas di Jepang ini mencontohkan sikap 'ndablek' Malaysia dalam hal klaim atas Blok Ambalat. Malaysia bukan tidak menyadari perbuatannya itu tidak benar, tetapi sikap pemerintah Indonesia yang lemah dan kurang tegas telah membuat Malaysia terus melakukan upaya coba-coba.

"Tiap kali Malaysia melakukan pencaplokan, tiap kali pula masyarakat Indonesia memberikan reaksi yang keras. Kini saatnya bagi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta bertindak tegas dan segera. Tidak ada lagi yang perlu ditunggu," pungkas pria berkacamata yang suka merokok dengan cangklong ini.

(yid/iy)


Berita Terkait