Polisi Razia Ribuan Petasan di Pasar Tradisional Jakarta

Polisi Razia Ribuan Petasan di Pasar Tradisional Jakarta

- detikNews
Senin, 24 Agu 2009 10:23 WIB
Polisi Razia Ribuan Petasan di Pasar Tradisional Jakarta
Jakarta - Aparat Polda Metro Jaya merazia petasan di sejumlah pasar tradisional di  Jakarta. Dalam operasi tersebut, polisi merazia ribuan petasan berbagai  jenis.

"Operasi ini dilakukan untuk mengamankan kondisi selama Ramadan. Perlu diketahui bahwa menggunakan petasan itu berbahaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshanada kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (24/8/2009).

Ribuan petasan itu disita di pasar tradisional di antaranya, Pasar Pondok Labu, Pasar Ciputat dan Pasar Pamulang, Jakarta Selatan. Akibat banyaknya peredaran petasan pada Bulan Ramadan, banyak masyarakat yang merasa resah.

Operasi petasan digelar pada Minggu (23/8/2009) dengan menerjunkan 57 personel Polda Metro Jaya. Operasi Petasan ini akan dilaksanakan setiap hari selama bulan suci Ramadan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat .

Dari pasar Pondok Labu, Cilandak, Jaksel, polisi menyita 33 bungkus petasan jenis Yahwe, 83 buah ukuran besar jenis Wahwe. Di pasar Kebayoran Lama, Jaksel, polisi menyita 7 buah petasan Panjang, 2 buah petasan panjang sedang, 5 kotak petasan telor naga, 2 bungkus petasan roket, 3 bungkus petasan fire ball xl dan 5 dooz petasan Big Sky.

Sedangkan di pasar Ciputat, Jaksel, polisi menyita 44 buah petasan janwe, 14 buah petasan panjang, 6 buah petasan kupu-kupu, 13 petasan janwe tikus, 42 buah petasan air mancur, 15 buah petasan kentut, 41 petasan banting. Sementara di kawasan Pamulang, Tangerang, Banten, petugas mengamankan 300 petasan janwe dan cabe rawit, 1.300 buah petasan korek api janwe, 9.000 buah petasan berbagai jenis dan 5.500 butir petasan berbagai jenis dan ukuran.

Chryshnanda mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan petasan selama Ramadhan. Selain berbahaya, pengunaan petasan kerap mengganggu ketertiban umum.

(mei/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini